Tingkatan arti kata BAIK versi Alqur’an (bagian kedua)

Pada bagian pertama tingkatan kata baik itu terdiri dari kata Thayyib (Kebaikan secara fisik), Khair (Kebaikan secara Sifat), Ma’uf (Kebaikan secara sikap dan perbuatan). Penjelasan makna ma’ruf dan mungkar pada pembahasan sebelumnya semoga menjadi jelas bagi kita umat Nabi Muhammad saw. Sehingga kita bisa beramar ma’ruf dan nahi mungkar dengan baik.

Allah swt memberi stempel umat Muhammad saw sebagai umat terbaik karena senantiasa menjalankan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Semoga amar ma’ruf dan nahi mungkar kita membawa ketenangan dan kedamaian bukan penolakan dan pengusiran.

  • Ihsaan. Baik karena Allah Swt. Arti Ihsan Menurut Bahasa dan Istilah, Tingkatan  (الإحْسَان) berasal dari kata Ahsana (أحسنَ) yang secara bahasa berarti: berbuat baik, memberikan yang terbaik, dan melaksanakan sesuatu dengan seluruh potensi kemampuan (tekun).  Menurut Istilah Syar’i arti kata Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala ialah seseorang melaksanakan ibadah kepada Allah Ta’ala seolah-olah ia melihat Nya, sekalipun ia tidak dapat melihat Nya (di dunia)  maka sungguh Ia melihatmu. Ihsan adalah bersungguh-sungguh dalam melaksanakan hak-hak Allah atas dirinya dengan sempurna dan penuh ketulusan dan merasakan pengawasan Allah atas dirinya setiap waktu. Adapun arti Ihsan yang berkaitan dengan hak-hak sesama makhluk ialah mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberi manfaat apa saja kepada sesama makhluk ciptaan Allah siapapun mereka. Tapi ihsan kepada makhluk bervariasi tergantung kedudukan dan keagungan makhluk tersebut. Juga bervariasi tergantung ihsan itu sendiri, seberapa besar keagungan dan manfaatnya. Juga tergantung kepada keikhlasan dan keimanan  orang yang melakukan perbuatan  ihsan (Muhsin) dan sebab atau dorongannya dalam melakukan ihsan. Maka arti ihsan secara umum adalah mengerahkan seluruh kemampuan, kesungguhan dan ketekunan dalam melaksanakan sesuatu kebaikan dalam ibadah maupun muammalah dengan penuh keikhlasan dan ketulusan di dalam hati.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsaan (kebajikan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl, ayat 90).

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan Ihsan (kebaikan), dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. (QS. An-Nisa,  125).

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَا نًا

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu, janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat ihsaan (baiklah) terhadap kedua orang ibu bapak (QS. Al-An’am, ayat 151).
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat Ihsaan (kebajikan). (QS. Ali- Imran: 134)
  • Birr. Artinya baik meliputi pengetahuan, pemahaman dan peng’amalan aqidah, syari’ah, akhlaq, hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia, baik secara etika.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan (Kebaikan) dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. almaidah, ayat 2)

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan (Kebaikan), akan tetapi sesungguhnya kebajikan (Kebaikan) itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Albaqarah, ayat 177).
  • ‘Aamal Shaalih. Secara bahasa “amal” berasal dari bahasa Arab yang berarti perbuatan atau tindakan, sedangkan shaleh berarti yang baik atau yang patut. Menurut istilah, amal shaleh ialah perbuatan baik yang memberikan manfaat kepada pelakunya di dunia dan balasan pahala yang berlipat diakhirat. Islam memandang bahwa amal saleh merupakan manifestasi keimanan kepada Allah SWT. Maka amal shalih adalah segala perbuatan yang baik, bermanfaat, berguna bagi diri sendiri dan orang lain serta apabila dikerjakan dengan ikhlas InsyaAllah mendapatkan pahala dari Allah swt.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّا لِحَا تِ  أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.(QS. Albayyinah, 7)

Dari apa  yang ditemukan pada ayat-ayat Al-Quran dapat disimpulkan bahwa amal shalih merupakan wujud dari keimanan seseorang. Artinya orang yang beriman kepada Allah SWT. harus menampakkan keimanannya dalam bentuk amal shalih. Iman dan amal shalih ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Mereka bersatu padu dalam suatu bentuk yang menyebabkan ia disebut mata uang. Iman tanpa amal shalih juga diibaratkan pohon tanpa buah.

Dengan demikian seseorang yang mengaku beriman harus menjalankan amalan keislaman. Begitu pula orang yang mengakui Islam harus menyatakan keislamannya. Islam seperti bangunan yang kokoh di dalam satu jiwa karena diwujudkan dalam bentuk amal shalih yang menunjukkan nilai-nilai keislaman.

Bid. SDM

About Abu Muhtaramun 53 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*