Sekilas tentang ‘Ilmu ‘Amaliah dan ‘Amal ‘Ilmiah

Keutamaan Ilmu

Derajat orang berilmu

Islam merupakan agama yang memuliakan ilmu dan para pencari ilmu. Rasulullah merupakan manusia yang sudah mencapai puncak keilmuan yang tinggi, baik dalam hal agama maupun hal umum lainnya. Dalam setiap sabdanya pasti terkandung makna yang baik bahkan saat perkataan itu belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Larangan untuk minum sambil berdiri, misalnya, dibuktikan secara ilmiah tidak baik bagi tubuh.

Oleh karena itu, Rasulullah mewajibkan setiap umatnya untuk menuntut ilmu. Dalam hadis Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Almujadalah, 11)

Ilmu Allah tidak terhingga

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS> Luqman, 27)

Ilmu di Dunia Bagaikan Buih di Lautan

Namun, tahukah kamu bahwa ilmu yang ada di dunia ini hanyalah bagaikan buih diantara luasnya lautan. Masih banyak sekali ilmu-ilmu yang belum manusia ketahui dan belum dapat dijawab hingga kini.

Bagi para pencari ilmu, tentu itu bukanlah hal yang menyusahkan. Karena dengan ilmu lah peradaban manusia dapat sampai ke titik ini. Teknologi yang hingga sekarang terus berkembang adalah buah hasil dari tetesan ilmu.

Ilmu laksana sebuah pisau, ia dapat digunakan untuk memotong sayur dan buah, dapat pula digunakan untuk membunuh, tergantung siapa yang memegangnya. Dengan ilmu umat manusia dapat membuat peradaban yang maju, dan dengan ilmu pula umat manusia dapat membuat kerusakan.

Tantangan Pencari Ilmu

Salah satu tantangan yang dihadapi pencari ilmu adalah rasa malas. Namun, di situlah bentuk perjuangan yang dinilai ibadah oleh Allah SWT. Ketika kita berhasil mengalahkan rasa malas tersebut dan bergerak untuk belajar, maka Allah akan menaikkan derajat kita. Disitulah jihad bagi para penuntut ilmu, melawan nafsu atau rasa malas pada diri sendiri.

Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah

Kewajiban orang yang memiliki ilmu, adalah mengamalkannya. “Ilmu amaliah, amal ilmiah”, yaitu “Mengamalkan ilmu yang kita miliki dan amal yang kita lakukan berdasarkan pengetahuan (ilmu) dengan kandungan keilmiyahan yang ada padanya”. Ilmu tanpa Amal bagai Pohon tanpa Buah. Amal tanpa Ilmu bagai buah tanpa pohon…..

Ilmu berbeda dengan harta. Salah satu cara menjaga ilmu adalah dengan menggunakannya. Lain dengan harta yang makin sering gunakan, jumlahnya akan berkurang. Sebaliknya, semakin sering ilmu kita gunakan, semakin tumbuh ilmu yang kita miliki.

Selanjutnya, janganlah jadikan diri kita celaka dengan ilmu yang kita miliki. Imam Hambali mengatakan:

“Barang siapa yang mencari ilmu untuk berbangga diri di hadapan ulama, dan untuk mendebat orang-orang bodoh, dan untuk mendapat perhatian daripada ilmu tersebut, maka Allah akan memasukkan nya ke jahannam”.

 

Bid. SDM

 

About Abu Muhtaramun 55 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*