Pentingnya belajar dari Kitab Kuning

Teringat waktu masih belajar agama Islam dahulu, dimana pada saat itu tidak memungkinkan untuk menimba ilmu di Pesantren atau Sekolah sekolah yang bernafaskan Islam.

Ilmu agama Islam hanya dapat diperoleh melalui pengajian pengajian kampung di masjid, mushalla dan majlis ta’lim. Karena rasa ingin tahu yang teramat sangat, sementara buku buku bacaan tentang cabang dari ilmu agama Islam belum banyak  diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

KITAB kuning menjadi way out tersendiri dan sudah sejak lama tersedia. Karena ia bukan merupakan barang yang aneh untuk santri dan para kyai. Keberadaan kitab ini disebut sebagai pembeda kurikulum pendidikan umum dan pesantren. Lalu, apa istimewanya kitab ini?

Apa itu Kitab Kuning…?

Kitab kuning adalah sebutan untuk kitab-kitab berhuruf dan berbahasa  Arab yang biasa dipakai di lingkugan pondok pesantren. Dinamakan “Kitab Kuning” karena kebanyakan kertas yang dipakai berwarna kuning (atau mugkin juga karena sudah usang).

Kitab ini disebut juga dengan “kitab gundul” karena huruf-huruf yang ada di dalamnya kebanyakan tidak memakai harakat (tanda baca), yang biasa disebut gundul. Untuk bisa membacanya dibutuhkan keahlian tersendiri dengan kematangan ilmu Nahwu (Gramatikal), Sharaf (Morfologi), Bayan (Penjelasan), balaghah, Mantiq, Arudh dan lain lainnya.

Biasanya penggunaan kitab itu dengan cara memberikan makna dalam bahasa setempat, yang ditulis di bawahnya secara miring dengan menggunakan huruf Arab Pegon. Makna yang seperti itu  lazim disebut dengan “makna jenggot” karena terbentuknya menggantung seperti jenggot.

Kitab Kuning berjenggot

Kitab Kuning Berkualitas

Kitab kuning yang berkualitas  itu menggunakan sistematika penulisan  Ilmiah sebagaimana Buku buku akademis terbitan Universitas, baik secara Etimologi, Epistimologi, Aksiologi, Diksi dan Narasinya sangat tepat dan sesuai. Padahal Kitab Kuning sudah ditulis sejak Abad 8 dan 9 Masehi. Kitab Kuning dapat dijadikan acuan dan referensi yang mumpuni bagi orang orang yang memang ingin mendalami Ilmu ilmu Islam.

Kitab Kuning yang populer dikenal dengan Kitab Kuning “Cetakan Beirut”, Libanon. Tulisannya jelas, mudah dibaca, tidak ada huruf huruf  Typo (Salah Tulis) akibat ditulis secara manual. Kitab Kuning yang baik itu adalah Kitab yang  telah dicetak secara massal dengan menggunakan mesin cetak yang sudah modern di masa itu. Menggunakan jenis kertas yang bagus dan tintanya tidak mudah luntur.

Kitab Kuning Cetakan Beirut, Lebanon.

Manfa’at menguasai bahasa Arab Klasik (Kitab Kuning)

Belajar dan menguasai bahasa Arab Klasik (Al-Arabiyah Al-Turatsiyah) atau kitab kuning memiliki banyak sekali manfaat antara lain:

a. Dapat membaca dan memahami makna Al-Quran, Al-Sunnah (hadits Nabi) dari sumbernya yang asli beserta penjelasan para ulama ahli tafsir (mufassir) tentang maksud suatu ayat dan ahli hadits (Arab: muhaddits, al-hafizh) tentang pengertian dan pemahaman suatu hadits dari berbagai konteksnya. Baik konteks syariah maupun dari segi status kesahihan hadits.

Tidak sedikit Ustadz dan Mubaligh Selebriti yang sering tampil di TV atau Youtube dan sering mengutip ayat Al-Quran atau hadits tapi tidak menguasai bahasa Arab klasik sehingga mereka tidak punya akses pada kitab-kitab tafsir dan syarah hadis serta kitab fikih madzhab empat sehingga penjelasan mereka tentang suatu ayat atau hadis sering tidak akurat dan bahkan menyimpang dari maksud sebenarnya.

b. Dapat membaca dan memahami segala bentuk literatur akademis klasik (al-kutub al-turatsiyah) yang ditulis oleh para ulama salaf dalam berbagai bidang ilmu agama Islam meliputi Tauhid, Fiqih,Lughoh, Tashawwuf, Mantiq,Tajwid, dan lain-lain yang dikenal di Indonesia dengan sebutan Kitab Kuning.

c. Dapat menjadi peneliti dan pakar di segala bidang studi ilmu-ilmu Islam dan menjadi ulama Islam yang betul-betul mumpuni.

Dari ketiga manfaat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi seorang ulama yang ahli di bidang Quran, hadits, fiqih, sejarah, sastra Arab, ilmu hisab, ilmu falak, dan lainnya maka diperlukan kemampuan dan penguasaan Bahasa Arab Klasik.

 

Website “Albarokah.or.id” telah mencantumkan Link ‘Kitab Kuning’. Sepantasnya kita mempelajarinya juga…. mulai sekarang ini.

 

 

Bid. SDM

About Abu Muhtaramun 54 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*