PENCIPTAAN MANUSIA

 

Pertanyaan:

  • Penciptaan manusia di dalam Al qur’an dikatakan dari tanah, Tetapi dari segi Bahasa Arabnya, tanah itu memiliki banyak kata. Manusia dikatakan berasal dari Turaab, Thiin, Hammaain, fakhaar, Sulaalah, shalshal, Laziib dlsb. Di dalam Al qur’an semuanya diartikan tanah. Apakah ada ketidak konsistenan dalam penggunaan kata tanah di dalam Al qur’an, atau memang kata-kata tersebut mengandung arti yang lebih detail dari tanah yang beragam bentuknya?

Jawaban:

 Bahan Dasar Penciptaan Manusia.

Alqur’an menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia melalui proses dan tahapan. Ada beberapa macam tahapan dan proses penciptaan manusia, diantaranya :

  1. Turaab.

(QS. Ali ‘Imran, ayat 59)

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Artinya : Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari Turaab (tanah),…

 

(QS. Al Kahfi, ayat 37)

أَكَفَرْتَ بِٱلَّذِى خَلَقَكَ مِن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّىٰكَ رَجُلًا
Artinya : …”Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari Turaab (tanah), kemudian dari Nuthfah (setetes air mani),…

 

(QS. Al Hajj, ayat 5)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ
Artinya : Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari Turaab (tanah), kemudian dari Nuthfah (air mani), kemudian dari ‘Alaqah (segumpal darah), kemudian dari Mudhghah (segumpal daging) yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam Rahim (Kandungan), apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai Thifla (bayi), kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan,

 

(QS. Ar Ruum, ayat 20)

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ
Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari Turaab (tanah), kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

 

(Al Faathir, ayat 11)

وَٱللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَٰجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya : Dan Allah menciptakan kamu dari Turaab (tanah) kemudian dari Nuthfah (air mani), kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan).

 

(QS. Al Mu’min, ayat 67)

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا۟ شُيُوخًا ۚ
Artinya : Dia-lah yang menciptakan kamu dari Turaab (tanah) kemudian dari Nuthfah (setetes air mani), sesudah itu dari ‘Alaqah (segumpal darah), kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang Tiflaa (bayi), kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa),…

Yang dimaksud dengan Turaab pada ayat-ayat tersebut di atas adalah Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah. Atau disebut juga Zat-zat An-organik dan bersenyawa menjadi Protein.

  1. Thiin.

(QS. Al An’aam, ayat 2)

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًا ۖ
Artinya :  Dialah Yang menciptakan kamu dari Thiin (tanah), sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu),…

 

(QS. Al A’raaf, ayat 12)

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ
Artinya : Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” berkata iblis: “Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari Thiin (tanah)”.
  1. Sulaalah.

(QS. Al Mu’minuun, ayat 12)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari Sulaalah (suatu saripati) yang berasal  dari Thiin (tanah).

 

(QS. As Sajdah, ayat 7-8)

ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ 

Artinya :  Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari Thiin (tanah). Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari Sulaalah (saripati) air yang hina (air mani).

  1. Laazib.

(QS. Ash Shaaffaat, ayat 11)

 ۚ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍۭ
Artinya : … “Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari Thiinil Laazib (tanah liat).

 

(QS. Shaad, ayat 71)

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ
Artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari Thiin (tanah)”.

Yang dimaksud dengan Thiin adalah tanah yang mengandung air atau Hidrogen. Yang dimaksud Lazib di ayat ini adalah tanah yang mengandung zat besi (Ferum), Thiinil Lazib berarti tanah yang mengandung air (hidrogen) sekaligus mengandung zat besi (Ferum).  

  1. Shalshal.
  2. Hamaain.
  3. Fakhkhaar.

 

(QS. Al Hijr, ayat 26)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia dari Shalshal (tanah liat kering) yang berasal dari Hamaain (lumpur hitam) yang diberi bentuk.

 

(QS. Al Hijr, ayat 28)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
Artinya : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari Shalshal (tanah liat kering) yang berasal dari Hamaain (lumpur hitam) yang diberi bentuk.

 

(QS. Al Hijr, ayat 33)

قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُۥ مِن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
Artinya : Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari Shalshal (tanah liat kering) yang berasal dari Hamaain (lumpur hitam) yang diberi bentuk”.

 

(QS. Ar Rahman, ayat 14)

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ كَٱلْفَخَّارِ
Artinya :  Dia menciptakan manusia dari Shalshal (tanah liat kering) seperti Fakhaar (tembikar),

Yang dimaksud Shalshal atau tanah kering di ayat ini adalah tanah yang mengandung zat pembakar, atau tanah yang mengandung Oksigen. Adapun kata Fakhaar adalah zat arang, atau Karbon. Sedangkan yang dimaksud dengan Hamaain di ayat ini adalah Zat Lemas atau Nitrogen.

Dapat disimpulkan ayat-ayat di atas yang sebagian besar diartikan ‘Tanah’ dalam Bahasa Indonesia adalah tanah yang bermacam-macam, yaitu :

  1. Turaab, yaitu unsur-unsur zat Asli yang terdapat di dalam tanah. Atau tanah yang mengandung Zat-zat organik atau Protein.
  2. Thiin, yaitu tanah yang mengandung air atau Hidrogen.
  3. Laazib, yaitu tanah yang mengandung Zat besi atau tanah yang telah bersenyawa dengan Ferum, Yodium, Kalium, Silicum dan Mangaan.
  4. Sulaalah, yaitu saripati tanah atau tanah yang mengandung Asam amino, Protein dan senyawa organik lainnya yang mengandung Nitrogen sebagai bahan utama pembentukan sel.
  5. Shalshal, yaitu tanah yang mengandung zat pembakar atau tanah yang mengandung Oksigen.
  6. Hamaain, yaitu tanah yang mengandung zat lemas atau tanah yang mengandung Nitrogen.
  7. Fakhkhaar, yaitu tanah yang mengandung zat arang atau tanah yang mengandung Karbon.

Proses penciptaan manusia.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun :12-14).

Dokter ahli kandungan nomor satu di dunia menyebutkan, bahwa semua yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang proses penciptaan manusia adalah sesuai dengan yang ditemukan pada ilmu pengetahuan modern.

Inilah doktor ahli kandungan nomor satu di dunia, doktor berkebangsaan Kanada, Keith Moore. Dia memiliki sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari di sebagian besar universitas-universitas di dunia. Dia menyampaikan pidato dengan tema “Keselarasan Ilmu Kandungan dengan Apa yang Terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah” di Universitas Al-Malik Faishal. Dia berkata, “Sungguh ilmu pengetahuan ini, yang terdapat dalam Al-Qur’an, membuktikan kepada saya bahwa Al-Qur’an yang dibawa oleh Muhammad datang dari sisi Allah, sebagaimana juga membuktikan bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah.”

Dia juga berkata dalam pidatonya, “Manusia ketika pertama kali diciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal darah. Kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi segumpal daging. Kemudian berubah menjadi tulang-belulang. Dan kemudian dibungkus dengan daging.” Dan katanya, “Semua yang kami dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, kami mendapatkannya tertera dalam Al-Qur’an.”

Seorang doktor lain berkebangsaan Amerika, profesor dalam bidang ilmu kandungan, berkata pada muktamar yang diselenggarakan oleh Kerajaan Saudi Arabia di Riyadh, “Nash-nash Al-Qur’an memaparkan rincian yang lengkap tentang proses pertumbuhan manusia, dimulai dari tahap tetesan mani sampai pada tahap pertumbuhan menjadi tulang dan tubuh.” Dan katanya, “Belum ada dalam sejarah manusia, ditemukan paparan tentang peroses pertumbuhan manusia yang gamblang seperti ini.”

  1. Kandungan QS. Al Mukminun : 12-14
  • Allah adalah satu-satunya yang menciptakan manusia
  • Penegasan Allah SWT bahwa manusia meupakan makhluk ciptaan-Nya yang asal kejadiannya dari sari pati tanah
  • Informasi dari Allah tentang proses kejadian manusia ketika masih berada dalam kandungan
  • Allah memberi kesempatan hidup di dunia kepada manusia
  • Usia manusia ditentukan oleh Allah SWT
  • Manusia diperintahkan untuk memikirkan proses kejadiannya agar tidak sombong kepada Allah dan sesama manusia.
  1. Penjelasan QS. Al Mukminun : 12-14
    1. Proses Penciptaan Manusia Menurut Pandangan Ilmu Pengetahuan UmumPenjelasan tentang proses penciptaan manusia sebelum dijelaskan menurut pandangan ilmu pengetahuan umum Allah SWT sudah terlebih dahulu mejelaskan perihal kejadian tersebut dalam Al Qur’an seperti dalam surat Al-Mu’min, 40 : 67 bahwa Manusia adalah keturunan Nabi Adam As, jasmaninya berproses dari saripati tanah. Tumbuh-tumbuhan menghisap saripati tanah itu dan hewan memakan sebagian tumbuh-tumbuhan. Manusia memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ini berarti ke dalam tubuh manusia telah masuk unsur saripati tanah. Sebagian saripati makanan (saripati tanah), berproses manjadi nuthfah (air yang berisi spermatozoa, disebut sperma) yang terdapat pada laki-laki (suami). Melalui proses senggama, nuthfah masuk ke dalam qarar (rahim atau kandungan ibu). Di dalam rahim, nuthfah (sperma) bertemu dengan sel telur atau ovum, sehingga terjadi pembuahan.
      Menurut ilmu Biologi, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan asal kejadiannya adalah dari tanah. Hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan metode abu bekas bakaran dari makhluk hidup tersebut. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa unsur-unsur asli yang ada pada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah, yaitu Oksigen(O), Hidrogen (H, Zat Belerang (S), Zat Arang (C), Kalium (K), Natrium (Na), Yodium (J), Asam Arang (CO2), Air (H2O) dan zat-zat lainya yang berfungsi sebagai pelengkap.Senada dengan pendapat di atas, Prof. Bahi Khuli mengemukakan bahwa ada unsur yang sama antara debu dan jasad manusia. Unsur-unsur tesebut adalah :
  • Oksigen = 63%
  • Karbon = 20,20%
  • Hidrogen = 9,90%
  • Nitrogen = 2,50%
  • Kalsium = 2,45%
  • Phospor = 1,01%
  • Klor = 0,16 %
  • Fhlor = 0,14%
  • Kaporit = 0,14%
  • Photasium = 0,11%
  • Sodium = 0,10%
  • Magnesium = 0,07%
  • Zat besi = 0,01%
  • Yodium + Silikon + Magnet = Molekulatom.
  1. b) Proses Penciptaan Manusia Menurut QS. Al Mukminun : 12-14
    Proses Kejadian manusia menrurut QS. Al Mukminun : 12-14 ketika masih berada dalam kandungan adalah sebagai berikut :
  2. Allah SWT menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nuthfah (air yang berisi spermatozoa, disebut sperma), yang kemudian ditumpahkan ke dalam qarar (rahim atau kandungan)
  3. Allah menjadikan nuthfah sebagai alaqah yaitu gumpalan darah yang berbentuk menyerupai buah lecis atau lintah
  4. Dari alaqah Allah SWT menjadikan sebagai mudghah, yaitu segumpal daging menyerupai daging hancur yang sudah dikunyah
  5. Dari mudghah Allah SWT menjadikan sebagai i’izaam, yaitu tulang atau rangka
  6. Kemudian tulang atau rangka itu dibalut oleh daging
  7. Setelah itu Allah SWT menjadikan sebagai makhluk dalam bentuk lain yaitu dalam bentuk manusia yang telah berkepala, berbadan, bertangan dan berkaki
    1. Proses Penciptaan Manusia Menurut Hadits Rasulullah SAW
      Proses Kejadian manusia menrurut hadits Rasulullah SAW ketika masih berada dalam kandungan adalah sebagai berikut :
      Berdasarkan Hadits ditakhrij oleh Bukhari
      Artinya : Dari Abdullah bin Mas’ud ra.,ia berkata : Rasululla saw bercerita kepada kami, beliaulah yang benar dan dibenarkan : “Sesungguhnva penciptaan perseoranganmu terkumpul dalam perut ibunva empat puluh hari dan empat puluh malam atau empat puluh malam, kemudian menjadi segumpal darah, semisal itu (40 hari = pen) kemudian menjadi segumpal daging, semisal itu (40 hari = pen), kemudian Allah mengutus Malaikat, kemudian dipermaklumkan dengan empat kata, kemudian malaikat mencari rizkinya, ajalnya (batas hidupnya), amalnya serta celaka dan bahagianya kemudian Malaikat meniupkan ruh padanya. Sesungguhnya salah seorang di antaramu niscaya beramal dengan amal ahli (penghuni) sorga, sehingga jarak antara sorga dengan dia hanya satu hasta, namun catatan mendahuluinya, maka ia beramal dengan penghuni neraka, maka ia masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantaramu, beramal dengan amal ahli neraka, sehingga jarak antara neraka dengan dia hanya satu hasta, namun catatan mendahuinya, maka ia beramal dengan amal penghuni sorga, maka ia masuk sorga. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
    2. Berdasarkan Hadts yang diriwatkan Imam Muslim
      Artinya :
      “Sesungguhnya seseorang dari kamu berproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari sebagai air mani, dan selama 40 hari sebagai ‘alaqah, kemudian selama 40 hari lagi sebagai mudghah, sesudah itu Allah mengirim seorang malaikat, lalu ia tiupkan roh ke dalamnya. Dan malaikat diperintah mencatat 4 kalimat, yaitu mengenai rizki orang itu, ajalnya, amal perbuatanyya dan celaka atau bahagianya”. (HR. Muslim).

Wallaahu a’lam bish shawwaab.

About Abu Muhtaramun 54 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*