Nama, gelar, jabatan dan manfaatnya.

Apalah arti sebuah nama..? Ungkapan ini sering kita dengar dalam pembicaraan sehari hari di rumah, di masjid, di pengajian dan majelis ta’lim, di sekolah bahkan forum yang lebih formal dan akademis sekelas Universitas.

Mengapa harus diberi Nama.

Dalam pemberian nama, para orang tua takkan lepas dari harapan-harapan kebanggaan tersendiri terhadap nama yang diberikan. Nama merupakan harapan agar anak sepadan atau sederajat dengan manusia pada umumnya. Karena salah satu syarat diakuinya derajat manusia dengan yang lainnya karena manusia memiliki sebuah nama.

الا سماء من بعد الد عاء

(Pemberian) Nama adalah bagian dari Do’a (Al Hadits)

Besarnya harapan orang tua melalui nama yang diberikan kepada anaknya dipengaruhi oleh besarnya kecintaan orang tua kepada anak. Orang tua berharap agar anaknya kelak bisa tumbuh dewasa sesuai dengan kandungan makna dalam nama tersebut.

Dalam merumuskan sebuah nama, orang tua memperhatikan harapan yang paling diinginkan, kemudian ia baru mencari kata atau redaksi yang akan dijadikan nama tersebut. Dalam langkah ini terlihat bahwa ketika orang tua menetapkan harapan yang paling diinginkan, ia akan mengutamakan harapan agar anaknya kelak menjadi anak yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya harapan agar si anak menjadi orang yang cantik atau bagus rupawan, kaya, menarik, dan pandai dengan  kemampuan fisik lainnya. Tapi orang tua pasti mengharapkan agar anak menjadi insan yang takwa, yang taat kepada Allah, Rasul, berbakti kepada orang tua dan sifat-sifat lain yang menjadikan anak tergolong dalam anak yang saleh, karena orang tua menginginkan terbentuknya kesalehan anak sebagai tujuan utama dalam mendidik anak.

Gelar itu apa sich…?

Sebutan yang disematkan di depan atau di belakang nama seseorang karena banyak hal, diantaranya :

  1. Sebutan kehormatan, kebangsawanan,  yang biasanya ditambahkan pada nama orang seperti raden, tengku, andi dll.
  2. Sebutan sebagai bukti telah menjalani pendidikan, pembelajaran untuk jangka waktu tertentu di sekolah tinggi atau Universitas seperti AMd, Dokter, Insinyur, Sarjana Ekonomi, Sarjana Hukum, Magister, Doktor hingga Profesor.
  3. Nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sebagai kehormatan). Contoh: Ia diberi gelar Sutan
  4. Julukan yang berhubungan dengan keadaan atau tabiat orang. Sebutan dengan maksud bergurau atau bercanda. Contoh: Karena gendut, ia mendapat gelar si gendut, ia mendapat gelar Srikandi dari kawan-kawannya.

Terlepas dari itu semua… tujuan pemberian gelar itu bukan cuma untuk melegitimasi kemampuan seseorang. Ada pesan tersembunyi di dalamnya. Seberapa besar manfaat seseorang yang telah memiliki gelar untuk kemashlahatan orang banyak.

Jabatan…

Secara etimologi jabatan berasal dari kata “jabat” yang menurut KBBI dapat diartikan sebagai pekerjaan atau tugas dalam pemerintahan atau organisasi yang berkenaan dengan kedudukan dan pangkat. Jabatan juga dapat diartikan kedudukan yang menunjukkan tugas, wewenang, tanggung jawab dan hak seorang pegawai negeri sipil atau karyawan pada sebuah lembaga atau perusahaan.

Jabatan dapat didefinisikan sebagai kumpulan atau agregasi tugas, tugas dan tanggung jawab yang secara keseluruhan, dianggap sebagai tugas rutin bagi karyawan perorangan. Setiap jabatan memiliki “title” yang didasarkan pada spesifikasi standar dalam suatu pekerjaan; di mana tugas pekerjaan dapat dinilai sesuai keterampilan, kesulitan dalam melakukannya, atau kualitas pengerjaannya. Selanjutnya, pekerjaan bisa terdiri dari beberapa posisi, dimana posisi tersebut terkait dengan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan tertentu.

Sekarang ini bukan masanya lagi kita berbangga dengan nama, gelar dan jabatan yang dimiliki. Harusnya kita semua bertanya… “Manfaat apa yang telah dihasilkan dari salah satu atau ketiganya untuk kemashlahatan orang banyak…?”.

About Abu Muhtaramun 54 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*