Mengenal Ekonom Islam Era Modern

Setelah berakhirnya Daulah Bani Utsmaniyah di Turki pada tahun 1924, berbagai macam permasalahan muncul baik dalam akidah, politik, ekonomi bahkan ibadah. Pada tahun 1930-an merupakan tahun kebangkitan kembali intelek-intelek dunia islam untk melahirkan cetusan-cetusan gagasan tumpukan permasalahan yang membelit dunia islam dengan menggunakan konsep dasar yang berakar pada Al-quran dan hadits Nabi SAW. Lahirnya para pemikir ekonomi Islam kontemporer diyakini dapat memberikan solusi dari permasalahan ekonomi Islam kontemporer berdasarkan Al-quran dan hadits untuk menciptakan kesejahteraan umat islam karena pada dasarnya, lahirnya ekonomi Islam untuk memberikan kesejahteraan bukan kepuasan seperti yang di dasarkan ekonomi konvensional.
Era 1980-an hingga saat ini telah banyak para pemikir ekonomi islam yang mana pemikirannya banyak di terima dan di implementasikan dalam pengembangan ekonomi islam dunia, diantaranya yaitu : Muhammad Abdul Manan, Syed Nawab Haedir Naqvi, Monzer Kahf, Umer Chapra, Muhammad Nejatulah siddiqi, Ahmad Dahlan, Adiwarman Karim, dan masih banyak lagi para pemikir ekonomi Islam kontemporer atau era modern.

M. Nejatullah Siddiqi, adalah seorang ekonom yang berasal dari India. Sebagai seorang pemikir ekonom muslim, Nejatullah Siddiqi telah banyak menawarkan beberapa pemikiran fundamental tentang ekonomi Islam. Diskursusnya tentang ekonomi Islam diawali dengan menyajikan tema tentang ciri-ciri ekonomi Islam, diantaranya yaitu :
1) Ekonomi Islam adalah hak relatif dan terbatas bagi individu, masyarakat dan Negara.
2) Sistem ekonomi Islam mempunyai peran aktif dan positif dalam kegoatan ekonomi.
3) Sistem ekonomi Islam adalah mengimplementasikan zakat dan pelarangan riba.
4) Adanya jaminan kebutuhan dasar bagi manusia.
Dalam hal lainnya Nejatullah Siddiqi juga mengeluarkan argumennya tentang produksi, pemikirannya tentang produksi yang di bangun siddiqi mengalami transformasi dari paradigma neoklasik, yang mana pengoptimalan laba bukanlah motif utama dalam produksi. Menurut Nejatullah, produksi adalah pemenuhan kebutuhan seseorang secara sederhana, mencangkupi tanggungan keluarga, persediaan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan masa depan, untuk keturunan dan pelayanan sosial, serta infaq di jalan Allah SWT.

M. Umer Chapra, adalah salah seorang ekonom muslim kontemporer yang paling terkenal pada zaman modern baik ditimur maupun barat. Pemikiran umer chapra banyak tercermin dalam buku-buku yang ditulisnya, pemikiran pertama terkait dengan sistem moneter menurut Islam seperti bukunya yang berjudul Towards a Just Monetary System. Kedua, hakikat riba dalam Islam, baik yang terdapat dalam al-quran dan hadits maupun literatur fiqh. Ketiga, reformasi fundamental sebagai solusi selanjutnya untuk keluar dari praktik riba. Keempat, Umer Chapra membantah para pihak yang merasa keberatan akan pelanggaran bunga Bank. Kelima, pendirian lembaga institusional yang mempunyai prinsip yang berbeda dengan institusi konvensional dalam lingkup tanggung jawab. Pemikiran Umer Chapra tidak hanya sebatas moneter saja, diantara karyanya yang lain yaitu beikan dengan tantangan ekonomi dengan mengkaji ekonomi barat, kapitalis,sosialis dan gabungan dari dua sistem tersebut.

Nawab Haider Naqvi, adalah mantan penjabat Direktur Pakistan Institute of Development Economic, penasehat Ekonomi Senior pada National Electric Power Regulatory Authority (NEPRA) dan rektor Kautsar University of Science, Islamabad. Dalam beberapa tulisannya yang berkaitan dengan ekonomi adalah masalah hakikat ekonomi Islam yang mana ekonomi Islam merupakan suatu sistem perekonomian yang diatur berdasarkan syariatIslam yang repsentatif dalam masyarakat muslim. Pada kajian berikutnya Haider Naqvi melakukan perbandingan sistem ekonomi dan mengatakan bahwa kesuksesan atau tidaknya dunia ekonomi Islam ditentukan oleh sejauh mana nilai-nilai etika-religius itu di wujudkan dalam kahidupan rill, gagasan ini juga di lengkapi dengan tulisan karyanya yaitu Ethics and Economics : An Islamic Synthesis, yang mengahsilkan suatu frame-work/ bingkai analitik sistematik yang berisi sebagian besar nilai etik dasar Islam, yang bisa digunakan sebagai dasar dalam melakukan dedukasi logis pedoman kebijakan ekonomi.

M. Abdul Manan, merupakan ilmuan dan sekaligus akademisi yang melalui banyak pengalaman di bidang ekonomi, Abdul Manan telah menulis sejulah buku yang populer dan banyak di terjemahkan diantaranya, Islamic Economic: Theory and Practice pada tahun 1970 di pakistan, An Intoduction to Applied Economy (1963), Economic Problem and Planning in Pakistan (1968) dan The Frontier of Islamic Economics ( 1984), dan lain masih banyak yang dapat kita temui di jurnal maupun internet. Pemikiran M Abdul Manan dalam ekonomi Islam di mulai dengan merusmuskan asumsi dasar ekonomi Islam, menurutnya ada lima asumsi dasar yang harus di bangun dalam ekonomi Islam, yaitu :
1) Adanya intervensi pasar.
2) Kritik teori matrik yang tidak manusiawi yang mengabaikan naluri fitrah manusia.
3) Kritisi paradigma ekonomi kaum neoklasik positivisik.
4) Menolak adanya kekuasaan produsen atau kekuasaan konsumen.
5) Pengizinan pemilikan swasta sepanjang tunduk pada kewajiban moral dan etik.
6) Menentukan fungsi dasar ekonomi yang meliputi konsumsi, produksi dan distribusi.

Monzer Kahf, adalah ekonom muslim yang lahir di Damaskus, Syria, pada tahun 1940, yang merupakan seorang penulis prosuktif dalam menghasilkan pemikiran-pemikiran di bidang ekonomi, keuangan, bisnis, fikih dan hukum, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggris diantaranya : The Islamic Economic: Analitycal Study of Functioning of the Islamic Economic System, A Contribution to the Theory of Consumer Behavior in Islamic Society (1984), Principles of Islamic Financing : A Survey (1992), Zakah Management in Some Muslim Societies ( 1993), dan lainya. Dalam membangun pemikiran ekonominya, Monzer Kahf mendasarkan pemikirannya pada asumsi Islamic man yang dianggap perilakunya rasional jika konsisten dengan prinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat seimbang. Konsep yang di terapkan oleh monzer Kahf unruk membangun pemikirannya dengan mengedepankan konsep Islamic Rationalism yang mempunyai unsur-unsur pokok sebagai berkut :
1) Membenarkan individu untuk mencapai kesuksesan melalui tindakan ekonomi.
2) Hidup didunia hanya sementara dan kehidupan akan kekal di akhirat.
3) Kekayaan merupakan amanah dari Allah SWT.
4) Selalu memperhatikan Maqashid al-Syari’ah.
5) Tidak melarang individu menggunakan barang untuk mencapai kepuasan selama tidak melanggar haram dan bahaya.

Pemikiran Monzer Kahf banyak di terapkan pada unsur- unsur ekonomi yaitu, produksi, konsumsi distribusi dan bahkan struktur pasar. Pada bagian akhir, monzer Kahf juga berbicara tentang ekonomi makro seperti implementasi zakat dan larangan riba, uang dan otoritas moneter, struktur Kredit dan Keuangan Islam, hutang negara dan hutang pasar uang, dan kebijakan ekonomi.

Adiwarman Karim atau dengan nama lengkap Ir.H. Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., adalah seorang ekonom muslim asal Indonesia, lahir di Jakarta pada 29 Juni 1963. Beliau adalah seorang praktisi pengembangan perbankan syari’ah dan juga seorang intelektual dan akademisi yang mengajarkan perbankan dan ekonomi Syari’ah. Pemikiran ekonomi islam Adiwarman Karim banyak menjelaskan fenomena ekonomi kontemporer dengan merujuk pada sejarah Islam klasik, terutama pada masa Rasulullah. Khususnya pada sejarah peradaban ekonomi dan cenderung untuk menggunakan pendekatan sejarah pemikiran ekonomi maupun sejarah perekonomian. Selain pendekatan sejarah, Adiwarman juga menggunakan pendekatan ilmu fiqh. Dalam pandangannya, ilmu al-fiqh tidak hanya berbicara pada aspek ‘ubudiyah saja akan tetapi berbicara aspek sosial masyarakat yang lebih luas, terutama ketika diberada dalam wadah fiqhul waqi’iy (fiqh realitas).

Kebangkitan dunia Islam yang di tandai dengan lahirnya karya yang monumental yang berkaitan dengan khazanah intelektual umat islam yang terus berkembang sampai dengan sekarang dengan perkembangan karya tulis, maka muncullah sejumlah pemikir atau ekonom muslim yang paling populer yang menawarkan ekonomi Islam sebagai alternatif bagi sistem ekonomi yang selama ini menjadi permasalahan selama runtuhnya Dinasti Bani Utsmaniyyah. Berbagai aspek yang terkait dengan permasalahan ekonomi telah terjawab dengan pemikiran para ekonom muslim kontemporer yang menemukan titik temu ekonomi yang berbasis Islam dengan ekonomi Konvensional yang tidak bertentangan dengan prinsip Syari’ah.

 

Wallahualam bissawab, assalamu alaikum wr, wb.

” Bersatu dalam Akidah
Berjamaah dalam Ibadah
Toleransi dalam Ikhtilafiyah “

 

Dhani Husodo SE., MM.

Referensi :

Biografi Umer Chapra dalam “Introduction of Dr. M. Umer Chapra”,
Yadi Janwari, Pemikiran Ekonomi Islam dari Masa Rasulullah hingga Masa Kontemporer, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2016),
Monzer Kahf, The Islamic Economy : Analitycal Study of Functioning of the Islamic Economic System (Indiana : The Muslim Student Association of the United State and Canada, 1978).
Monzer Kahf, The Islamic Economy : Analytical of the Functioning og the Islamic System (Plainted In: Muslim Studies Association of U.S and Canada, 1979).
Mohemed Aslam Haneef, Contemporary Islamic Economic Thought: a Selected Comporative Analysis, (Selangor: Ikraq, 1995),
M.Umer.Chapra, Towards a Just Monetary System: a Discusses Money, Banking, and Monetary Policy in the Light of Islamic Teaching ( Leicester, UK : Islamic Foundation, 1985)
Muhammad Abdul Mannan, The Making an Islamic Economic Society ( Cairo: International Association of Islamic Banks, 1984)

 

Anda juga dapat menemukan ribuan Jurnal Ilmiah mengenai Islam secara percuma di link researchgate.net

About Permana Angga Suwita 32 Articles
Penyuka kesederhanaan walaupun kadang pemikirannya tidak sederhana. Mungkin karena hidup ini memang tidak sederhana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*