Mendidik dan Mengajar (bagian ketiga)

Mendidik adalah membentuk manusia untuk menempati tempatnya yang tepat dalam susunan masyarakat serta berperilaku secara proporsional sesuai dengan susunan ilmu dan pengetahuan yang dikuasainya. Mendidik berkonotasi dengan pengertian bahwa pendidik harus mampu menyampaikan setiap ilmu atau koneksi ilmu dengan ilmu yang lain dalam suatu susunan yang teratur dan sistematik dan penyampaiannya sesuai dengan susunan kemampuan dasar (kompetensi) yang dimiliki peserta didik.

Mendidik sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian. Jika ditinjau dari segi proses, maka mendidik berkaitan dengan memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kemudian bila ditilik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan pembiasaan keteladan dan dan contoh langsung.

Mengajar berupa materi dan bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktekkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Hakikat mengajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam menumbuhkan kegiatan belajar siswa. Peranan guru adalah membimbing, memimpin dan juga sebagai fasilisator. Guru memberi bantuan, menentukan arah kegiatan siswa dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat menjadi sumber bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral. Sehingga, berhasilnya pengajaran siswa secara formal terletak pada tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas mengajar.

Mengajar secara deskriptif diartikan sebagai proses penyampaian informasi  atau pengetahuan dari guru  kepada siswa. Mengajar adalah  menyajikan  bahan ajar tertentu berupa seperangkat pengetahuan, nilai atau deskripsi keterampilan pada seseorang atau sekumpulan siswa didik dengan maksud agar pengetahuan yang diperlukannya sekarang atau untuk pekerjaan yang akan dijalaninya akan bertumbuh sehingga ia mampu mengembangkan atau meningkatkan intelegensinya. Bahwa proses mengajar harus melibatkan siswa dalam pencarian makna dan harus memungkinkan siswa memahami arti pelajaran yang di pelajari.

Secara prinsip mendidik dan mengajar itu hampir sama walaupun sebenarnya berbeda. Pemahaman yang salah dan keliru tentang mendidik dan mengajar dapat menyebabkan kita salah dalam memilih guru dan pendidik atau pengajar yang sesuai dengan bidang yang kita butuhkan.

 

Bid. SDM.

About Abu Muhtaramun 53 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*