Mendidik dan Mengajar (bagian kedua)

Madrasah. Kata Madrasah di dalam Ensiklopedi Islam di Indonesia, merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, dari kata dasar “darasa” yang maksudnya “belajar”. Madrasah berarti tempat buat belajar. Kata darasa dengan penafsiran “membaca serta belajar”,  pangkal kata madrasah itu sendiri, berasal dari Bahasa Hebrew ataupun Aramy.

Secara harfiah kata “madrasah” berarti atau pun setara maknanya dengan kata Indonesia “sekolah”. Pada biasanya konsumsi kata madrasah dalam makna sekolah, memiliki konotasi spesial, ialah sekolah- sekolah Agama Islam. Madrasah memiliki makna tempat atau pun wahana di mana anak didik mengenyam pendidikan, dengan iktikad di madrasah seperti itu anak menempuh proses belajar secara terencana, terpimpin, terkendali.

Ibu adalah Madrasah yang pertama (Utama)

الأم مد رسة الأولى

Ibu adalah madrasah pertama (Utama) bagi anak-anaknya.

Ibu yang mampu menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Yang mengajarkan mereka alif, ba, ta…. Hingga  mengenal arti surga dan neraka.
Ibu yang mengajarkan mereka matematika. Hingga mampu selalu menghitung dosa.
Ibu yang mengajarkan mereka bahasa. Hingga  mampu selalu menjaga bicara.
Ibu yang mengajarkan mereka bahagia. Hingga  mampu selalu mensyukuri apa yang ada.
Ibu yang mengajarkan mereka doa. Hingga  mampu untuk selalu berdo’a.
Berdoa untuk kedua orang tuanya. Dan berdo’a yang terbaik untuk dirinya.
Agar mereka memahami. Segala sesuatu terjadi tidak semata-mata karena usaha, Tetapi juga karena izin Yang Maha Kuasa.

Madrasah merupakan salah satu tipe lembaga pembelajaran Islam yang tumbuh di Indonesia selain masjid dan pesantren. Lebih lanjut, dalam konteks Indonesia, lembaga pembelajaran ini ialah lembaga madrasah timur tengah masa modern sebab pengaruh pembelajaran barat yang diisi secara dominan dengan kurikulum keagamaan. Walaupun demikian, sebab pengaruh pengaruh politik, sekolah dan madrasah dianggap bagaikan dua wujud lembaga pembelajaran yang berbeda secara dikotomis, sekolah berkarakter sekuler serta madrasah berkarakter Islam.

Secara teknis, dalam proses belajar-mengajar secara resmi di Indonesia, madrasah tidak cuma dimengerti sepintas bagaikan sekolah. Melainkan diberi konotasi yang lebih khusus lagi, ialah” Sekolah Agama”, tempat di mana siswa didik mendapatkan pendidikan seluk-beluk agama serta keagamaan (Agama Islam).

Majlis Ta’lim.

Secara harfiah Majlis Ta’lim itu adalah tempat berkumpulnya para Ahli Ilmu di segala bidang yang membahas satu atau beberapa persoalan ditinjau dari keahlian masing-masing para ahli ilmu. Maksudnya membahas satu atau beberapa persoalan ditinjau dari sudut pandang disiplin ilmu yang berbeda-beda.

Secara Istilah dan praktek yang terjadi saat ini Majlis Ta’lim adalah pendidikan non-formal Islam yang memiliki kurikulum sendiri, diselenggarakan secara berkala dan teratur, dan diikuti oleh jamaah yang relatif banyak. Majelis Ta’lim berasal dari bahasa Arab, yang terdiri atas dua kata, yaitu majelis dan ta’lim. Majelis artinya tempat duduk, tempat sidang, dewan, dan ta’lim diartikan pengajaran.

Dalam tradisi negara lain, istilah majelis ta’lim dikenal dengan sebutan halaqah. Dalam tradisi tasawuf, istilah majelis ta’lim dikenal dengan sebutan zawiyah. Majelis ta’lim mengkaji ilmu keagamaan, baik dari aspek teologi, filsafat, maupun tasawuf.

Pengajian.

Pengajian adalah kata yang tidak asing bagi masyarakat awam kita khususnya umat islam. Kata “pengajian” sendiri diambil dari kata “aji” yang artinya baik mendapat awalan pe dan akhiran an yang artinya membuat aji atau membuat baik. Jadi pengajian adalah acara yang bertujuan untuk membuat seseorang yang mengikuti acara tersebut diharapkan menjadi orang yang aji atau baik. Dalam bahasa agama kata aji atau baik ini diterjemahkan dengan orang yang sholeh atau sholihah. Inilah salah satu budaya yang masih tertanam dengan baik di masyarakat kita dan belum tentu bisa kita temui di negara lain.

Biasanya pengajian ini diisi dengan siraman rohani atau tausiah dari sang kyai yang menjadi inti dari acara pengajian. Bicara tentang ceramah dari kyai dan ulama ini, sering kita jumpai banyak sekali macam dan modelnya. Ada seorang penceramah yang hanya menyampaikan begitu saja tanpa ada bumbu-bumbu humor. Seperti kajian seminar yang tegang dan butuh konsentrasi penuh.Ada juga yang penyampaian materinya serius tapi santai.

bersambung…

 

Bid. SDM.

 

About Abu Muhtaramun 54 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*