Memanen apa yang ditanam

Al-Ghazali rahimahullah berkata,

Orang-orang yang memiliki hati mengetahui bahwa dunia adalah ladang untuk bercocok tanam bagi akhirat.

Hati laksana tanah sedangkan iman laksana benih yang disemai didalamnya.

Sementara berbagai keta’atan berjalan seiring dengan pengolahan tanah, pembersihannya, pembuatan irigasi dan dan pengairan tanah tersebut.

Hati yang gandrung dan tenggelam dalam keduniaan tak ubahnya tanah keras yang tidak bisa menumbuhkan benih.

Hari kiamat adalah hari panen.

Tidak seorangpun bisa memanen kecuali apa yang telah ditanamnya, dan tidak tanaman yang bisa tumbuh kecuali dari benih iman.

Sedangkan iman tidak dapat bermanfaat jika disemai dalam hati yang kotor dan akhlaknya buruk, sebagaimana benih tidak bisa didalam tanah yang keras.

KIRIMAN : Kang H. Mulyana, ALumni SMP 1979, Jampangkulon

Sa’id Hawwa ” Mensucikan Jiwa”

#jalanibarengingatAllah #meningkatB41Kmz

Sumber: https://t.me/Pelitapagihamdi

Leave a Reply

Your email address will not be published.