Mau Jauh Dari Riba ? Beralihlah Ke Sistem Perbankan Syariah

Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan operasionalnya dengan menggunakan sistem bagi hasil, dimana semua kegiatan berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam. Adapun tujuan dari Bank Syariah adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain itu untuk mengarahkan masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi dengan prinsip syariah, dimana hal ini dapat menjauhkan masyarakat dari Riba. Sehingga dari tujuan tersebut akan menciptakan kemaslahatan dunia dan akhirat.

Allah SWT. dengan jalas melarang kegiatan Riba, sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah: 275.

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ
الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا
خٰلِدُوْنَ

Artinya: ” Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti

berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata
bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka
apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah.
Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.

Dengan demikian, apa yang dilarang Allah SWT. pasti ada alasannya. Seperti Allah SWT. melarang riba, karena banyak kerugian yang didapat dari kegiatan tersebut. Salah satunya dalam praktek perbankan konvensional yang didalamnya mengandung riba, salah satu pihak ( Nasabah) dirugikan dalam kegiatan pinjaman uang, dimana bank konvensional menerapkan sistem bunga dalam setiap transaksi. Persentase bunga yang diajukan bank konvensional sangat besar. Selain itu, jika nasabah melakukan credit macet maka pihak Bank akan mengenainya denda yang harus dibayar sesuai waktu terjadinya credit macet tersebut.

Naudzubillah min dzalik

Referensi:
Al-quran surah Al-Baqarah: 275
¹Adiwarman Karim, Bank Islam; Analisis Fikih dan keuangan, (Jakarta: Raja Grafindo
Persada), edisi ke 3, 2004, hlm.37.
Dr. Oni Sahroni, M.A. Ir. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P, Maqashid Bisnis & Keuangan Islam, Sintesis Fikih dan Ekonomi,( Depok: Raja Grafindo Persada), edisi ke 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *