Kubah Majid Jami Al Barolah  

Sejak dibangun tahun 1989, masjid Jami’ Al Barokah memang sudah dilengkapi dengan kubah, hanya waktu itu kubahnya masih kecil, tentu disesuaikan dengan ukuran dan besarnya masjid.

Renovasi total masjid Jami’ Al Barokah tahun 2014 juga lengkap dengan pembuatan kubahnya, nakiun karena berbagai hal kubah tersebut bocor dan sudah beberapa kali diperbaiki. Berbagai saran dan masukan dari masyarakat, DKM Madkid Jami Al Barokah akhir tahun 2021 mulai merencanakan merenovasi kubah tersebut dan akhirnya disetujui oleh sebagioan besar masyarakat dan tokoh agama.

Awal tahun 2022 DKM Masjid Jami’ Al Barokah mencari perusahaan yang khusus mengerjakan kubah, dan akhirnya ada 8 perusahaan yang mengajukan penawaran mulai dari perrbaikan hingga pembuatan kubah dari.

Dari 8 perusahaan yang mengajukan penawaran yang paling masuk akan yang kami terima sebagai pemenang. Waktu itu nilai yang diajukan perusahaan tersebut adalah Rp. 252.000.000,00 (Dua ratus lima puluh dua juta rupiah)

 Pengertian kubah

 Kubah merupakan salah satu unsur arsitektur yang selalu digunakan. Ia berbentuk seperti separuh bola, atau seperti kerucut yang permukaannya melengkung keluar. Terdapat juga bentuk ‘kubah piring’ (karena puncak yang rendah dan dasar yang besar) dan ‘kubah bawang’ (karena hampir menyerupai bentuk bawang).

Biasanya kubah akan diletakkan di tempat tertinggi di atas bangunan (sebagai atap). Ia diletakkan di atas rangka bangunan petak dengan menggunakan singgah kubah (pendentive).

Kubah dapat dianggap seperti suatu gerbang yang diputarkan pada rangka penyangganya. Ini bermakna kubah mempunyai kekuatan struktur yang besar. Sama seperti jembatan gerbang tertekan, kubah dapat dibuat dari batu bata dan beton saja, bergantung kepada daya tekanan dan geseran. Namun, kubah modern biasanya dibuat menggunakan aloi aluminium, keluli atau konkret diperkuat sebagai rangka dan dipadatkan dengan kepingan alumunium, tembaga, polikarbonat ataupun cermin sesuai keperluan.

Jika dilihat dari dalam, kubah yang berbentuk hemisfer kelihatan lebih menarik, tetapi perlu lebih tinggi untuk kelihatan menarik dari luar. Jadi sebagian kubah, contohnya gereja St. Peter dibangun dari dua kubah sedangkan gereja St Paul dibangun dari tiga kubah.

Banyak masjid di dunia kini juga mempunyai kubah, termasuk di Indonesia. Tradisi ini berasal dari daerah Anatolia. (Sumbewr wikipedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *