KETIKA SESUATU TAK LAGI BERMAKNA

Ketika pagi tak lagi bermakna…
terbitnya mentari tiada berguna.
Ketika mentari tak lagi bermakna…
hidup manusia tiada artinya.

Ketika hidup tak lagi bermakna…
perjuangan dan pengorbanan hanya retorika.
Ketika perjuangan tak lagi bermakna…
harapan hanya akan menjadi khayalan.

Ketika Al-quran tak lagi bermakna…
bacaannya menjadi mantra-mantra.
Ketika Wudhu’ tak lagi bermakna…
sebaiknya cuci kaki saja.

Ketika Shalat tak lagi bermakna…
apa bedanya dengan olah raga.
Ketika Akal tak lagi bermakna…
sang manusia dikatakan gila.

Maka…
Jangan pernah salahkan Tuhan…
bila DIA menukar harapan dengan khayalan.
mengganti kebaikkan dengan kerusakan.
mencuci ketenangan dengan kegelisahan.
merubah ni’mat menjadi siksaan.
mengangkat kemakmuran sambil menurunkan bencana.
mengangkat orang-orang ‘alim dan menggantinya dengan para durjana

 

Bogor, Malem malem

Oktober 2009

 

Imam F. D.

About Abu Muhtaramun 53 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*