Jendela rumah bercerita tentang hikmah

Sepasang Suami-Istri  sedang menikmati sarapan pagi di rumahnya. Kebetulan ruang makan mereka itu dekat dengan jendela kaca yang mana apabila mereka memandang ke jendela tersebut maka akan terlihat pemandangan di luar rumah mereka. Termasuk yang mereka lihat adalah pemandangan rumah tetangga mereka.

Mata sang istri tertuju kepada seorang perempuan tetangga sebelah rumah mereka yang sedang menjemur pakaian hasil cuciannya. Sang istri tersebut berkata kepada suaminya “Lihat  mas  tetangga kita itu, dia menjemur cucian yang masih kotor dan masih bernoda. dia itu sebenarnya enggak tahu kalau cuciannya sebenarnya masih kotor, atau jangan-jangan dia itu enggak bisa mencuci pakaiannya. Kok pakaian masih kotor dijemur….?”.

Sang suami yang mendengar ucapan istrinya, hanya terdiam saja dan bersegera  menyelesaikan sarapan paginya. Setelah selesai sarapan pagi langsung berangkat kerja. Ternyata keesokan harinya, kejadian cucian itu terulang lagi, perempuan tetangga sebelah rumah menjemur pakaian dan terlihat dari jendela kaca rumah pasangan suami istri tersebut dan dikomentari dengan komentar yang sama seperti komentar hari kemarin secara berturut-turut.

Akhirnya, pada hari yang kelima, sang istri terkejut bukan main karena ia menyaksikan dari jendela rumahnya bahwa tetangganya tersebut menjemur pakaian hasil cuciannya dalam kondisi yang bersih tanpa ada noda. Kemudian istri tersebut berkata kepada suaminya, “Lihat mas tetangga sebelah kita itu, akhirnya ia mencuci pakaiannya dengan benar. Tidak kotor lagi dan bersih. Sama seperti aku yang setiap kali mencuci pakaian selalu dalam kondisi bersih tanpa ada noda sedikit pun.

Sang suami  hanya tersenyum kemudian berkata, “Sebenarnya enggak ada yang salah  dengan cucian  tetangga kita itu,  tadi pagi aku sudah membersihkan kaca jendela rumah kita yang sudah lama kotor”. Kemudian sang suami bergegas meninggalkan meja makan dan segera berangkat bekerja. Mendengar perkataan suaminya tersebut sang istri  terdiam  sambil memikirkan apa yang sebenarnya  sedang terjadi.

Pelajaran dari cerita di atas itu, terkadang masalah ini terjadi di dalam diri kita sendiri. Sebenarnya bukan orang lain yang memiliki masalah namun yang kotor adalah jendela rumah kita, jendela hati kita. Sehingga ketika kita melihat orang yang ada di luar diri kita segala perilakunya adalah salah.  “Padahal masalah itu asalnya adalah dari kita sendiri, karena kita memiliki sudut pandang hati yang kotor”. Untuk mengatasinya maka tidak ada cara lain adalah dengan membersihkan kaca jendela hati kita sebelum melihat orang lain. Pandangan hati kita akan tergantung kepada kejernihan jendela hati kita.

 

 

Bid. SDM

About Abu Muhtaramun 53 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*