Ibnu Khaldun, Ilmuwan Muslim Bapak Ilmu Sosial Dunia

Kalau anda pernah jalan – jalan ke Bogor arah Yasmin atau Parung, anda pasti melihat Universitas Ibn Khadun di sebelah kanan jalan. Salah satu universitas ternama di kota Bogor ini menempati lahan di seluas 10 hektar.

Tetapi kenapa nama Ibn Khaldun yang dipilih ? Siapa Ibn Khaldun ?

Saat Ibn Khaldun Bogor berdiri di tahun 1967, hanya ada fakultas sosial yaitu fakultas hukum. Baru pada tahun-tahun setelahnya, fakultas lain bermunculan.  Nama Ibn Khaldun dipilih karena reputasinya dalam dunia ilmu sosial. Ibn Khaldun adalah Bapak Ilmu Sosial dunia. Karya-karyanya diakui dan dijadikan referensi oleh ilmuwan dunia.

Karya-karya Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).

Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas of Aberdeen, Scotland dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” pada tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggris (yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris).” Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan populer adalah muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini.

Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di sini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metode-metodanya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Pada bab ke dua dan ke tiga, ia berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat modern dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat.

 

Ibnu Khaldun pertama kali menjadi perhatian dunia Barat pada tahun 1697, ketika sebuah biografi tentang beliau muncul di Bibliothèque Orientale Barthélemy d’Herbelot de Molainville. Ibnu Khaldun mulai mendapatkan perhatian lebih pada tahun 1806, ketika Silvestre de Sacy’s Chrestomathie Arabe memasukkan biografinya bersama dengan terjemahan bagian Muqaddimah sebagai Prolegomena.[4] Pada tahun 1816, de Sacy kembali menerbitkan sebuah biografi dengan deskripsi yang lebih rinci tentang Prolegomena. Rincian lebih lanjut tentang dan sebagian terjemahan Prolegomena muncul selama bertahun-tahun sampai edisi bahasa Arab yang lengkap diterbitkan pada tahun 1858. Sejak saat itu, karya Ibnu Khaldun telah dipelajari secara luas di dunia Barat dengan minat khusus.

  1. Sejarawan Inggris Arnold J. Toynbee menyebut Muqaddimah sebagai “sebuah filosofi sejarah yang tidak diragukan lagi merupakan karya terbesar dari jenisnya yang pernah diciptakan oleh pikiran manapun kapanpun atau dimanapun.”[5]
  2. Filsuf Inggris Robert Flint menulis hal berikut tentang Ibn Khaldun: “Sebagai seorang ahli teori sejarah, dia sama sekali tidak setara dalam usia atau negara manapun sampai Vico muncul, lebih dari tiga ratus tahun kemudian. Plato, Aristoteles, dan Agustinus bukanlah teman sebayanya, dan Semua yang lain tidak layak untuk disebutkan namanya bersamanya “.
  3. Abderrahmane Lakhsassi menulis: “Tidak ada sejarawan Arab Maghrib terutama orang-orang Berber dapat melakukan sesuatu tanpa kontribusi historisnya.”
  4. Ahli antropologi filsuf Inggris Ernest Gellner mempertimbangkan definisi pemerintahan oleh Ibnu Khaldun sebagai “sebuah institusi yang mencegah ketidakadilan”, sebagai yang terbaik dalam sejarah teori politik.[6]
  5. Egon Orowan, yang menciptakan konsep socionomy, dipengaruhi oleh gagasan Ibnu Khaldun tentang evolusi masyarakat.[7]
  6. Arthur Laffer, yang menamai kurva Laffer, mencatat bahwa, antara lain, beberapa gagasan Ibnu Khaldun menginspirasinya.[8]
  7. Pada tahun 2004, Pusat Komunitas Tunisia meluncurkan Penghargaan Ibnu Khaldun yang pertama sebagai seorang berprestasi berpendidikan tinggi / berpendidikan Tunisia / Amerika yang karyanya mencerminkan gagasan Ibnu Khaldun tentang kekerabatan dan solidaritas. Penghargaan ini dinamai Ibn Khaldun karena dia diakui secara universal sebagai Bapak Sosiologi dan juga untuk konvergensi gagasannya dengan tujuan dan program organisasi.
  8. Pada tahun 2006, Atlas Economic Research Foundation meluncurkan sebuah kontes esai tahunan untuk siswa yang diberi nama dalam kehormatan Ibnu Khaldun. Tema dari kontes ini adalah “bagaimana individu, think tank, universitas dan pengusaha dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk memungkinkan pasar bebas berkembang dan memperbaiki kehidupan warganya berdasarkan ajaran dan tradisi Islam.”
  9. Pada tahun 2006, Spanyol memperingati ulang tahun ke 600 kematian Ibnu Khaldun.

 

 

PAS

Sumber  : https://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Khaldun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *