HARTA dan RIZQI… (bagian pertama)

Secara etimologi, harta adalah sesuatu yang dibutuhkan dan diperoleh manusia, dan dapat diambil langsung manfaatnya seperti manfaat seperti kendaraan, pakaian, dan tempat tinggal. Dalam bahasa Arab disebut Al-Maal yang berarti condong, cenderung, dan miring.

Dapat juga dikatakan segala yang diminati manusia dan dapat dihadirkan ketika diperlukan, atau segala sesuatu yang dapat dimiliki, disimpan dan dapat dimanfaatkan.

Harta itu adalah Segala sesuatu yang mempunyai nilai moneter, dimiliki oleh seseorang atau kelompok orang untuk menentukan besaran dari nilai harta tersebut. dan dapat dihitung dalam satuan nilai mata uang.

Rizqi adalah sesuatu yang dimanfaatkan, apa yang kita makan adalah rizqi, apa yang kita minum adalah rizqi, apa yang kita pakai adalah rizqi, apa yang kita gunakan untuk belajar itu adalah rizqi, dan sifat-sifat khalqiyyah seperti sifat arif bijaksana, sifat pemberani dan lain-lain itu adalah rizqi, dan setiap sesuatu yang bisa dimanfaatkan adalah rizqi.

Menurut asal maknanya, setiap kata yang berakar dari tiga huruf yakni: râ’, zây, dan qâf berarti pemberian untuk waktu tertentu. Oleh karenanya irtazaqa al-Jundu berarti tentara mengambil gaji. Sebab gaji merupakan pemberian Kemudian makna asalnya juga melebar pada pemberian tanpa batas waktu. Sehingga makna asal rizki adalah pemberian Allah swt. Demikian terang Ibnu Faris dalam kamusnya, Maqâyîs al-Lughah. Rizki juga diartikan dengan pemberian yang selalu mengalir baik duniawi maupun ukhrawi. Terkadang juga rizki diartikan sebagai nasib. Juga makna dari sesuatu yang dikonsumsi yang masuk dalam tubuh.
Makna Rizqi versi Alqur’an.
  1. Rizqi berarti Pemberian.   الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. Albaqarah, ayat 3). ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا عَبْدًا مَمْلُوكًا لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُونَ ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ . Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rizqi yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rizqi itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui. (QS. An Nahl, ayat 75).
  2. Rizqi berarti Makanan.كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS> Albaqarah, 25).
  3. Rizqi berarti Makanan siang dan malam. لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا  سَلَامًا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ  فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا . Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (QS. Maryam, 62).
  4. Rizqi berarti Hujan. وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ . Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (QS> Adz Dzariyat, 22).
  5. Masih banyak arti dan makna rizqi versi Alqur’an apabila kita urai satu persatu secara mendetail.

Sekaya apapun manusia, sebanyak apapun penghasilannya, dia tidak akan mampu melampaui jatah rizqinya. Orang yang punya puluhan ton beras, dia hanya akan makan sepiring saja. Orang yang memiliki ratusan mobil, dia hanya akan menggunakan satu mobil saja. Orang yang memiliki puluhan bahkan ratusan bahkan ribuan meter persegi rumah, dia hanya akan menempati satu ruangan saja…

bersambung…

 

Bid. SDM.

 

 

About Abu Muhtaramun 54 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*