HARTA dan RIZQI… (bagian ketiga)

Sebenarnya rizqi berupa harta adalah sebagian saja dari rizqi yang Allah berikan kepada makhluk-Nya. Namun, sifat kebanyakan manusia yang jauh dari rasa syukur dan lebih berorientasi dengan gemerlap dunia yang fana, terkadang hanya membatasi rizqi dengan harta duniawi semata. Padahal sesungguhnya Allah swt telah banyak memberi rizqi kepada manusia dengan bentuk yang beragam.

Sifat Rizqi

  • Rizqi yang bersifat Umum. Yakni segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi badan,  berupa harta, rumah, kendaraan,  kesehatan, dan selainnya, baik berasal dari yang halal maupun haram. Rizqi jenis ini Allah berikan kepada seluruh makhluk-Nya, baik orang muslim maupun orang kafir.

    Banyaknya pemberian jenis rizqi yang pertama ini tidak menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah. Begitu pula sedikitnya rizqi dunia yang Allah berikan kepada seseorang tidak menunjukkan kehinaan orang tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

    فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَ كْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَ رَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَا نَنِ

    Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizqinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku . (QS. Al Fajr :15-16)

    Sebagian orang meyakini bahwa rizqi dari Allah merupakan bentuk kemuliaan terhadap mereka. Namun yang benar bukanlah demikian, bahkan rizqi tersebut merupakan ujian dan cobaan untuk mereka sebagaimana firman Allah :

    . نُسَا رِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ. أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّا لٍ وَبَنِينَ

    Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar” (QS. Al Mu’minun:55-56).

    Demikian pula sebaliknya. Jika Allah memberinya cobaan dan mengujinya dengan menyempitkan rizqinya, sebagian orang menyangka Allah sedang menghinakannya. Maka Allah katakan : { كَلا } (sekali-kali tidak). Yang dimaksud bukanlah seperti persangkaan mereka. Allah memberikan harta kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Allah juga menyempitkan harta terhadap orang yang Allah cintai maupun orang yang tidak dicintai-Nya.  Sesungguhnya semuanya bersumber pada ketaatan kepada Allah pada dua kondisi tersebut (baik ketika mendapat rizqi yang luas maupun rizqi yang sempit). Jika seseorang  kaya (mendapat banyak rizqi harta) dia bersyukur kepada Allah dengan pemberian tersebut, dan jika miskin (sempit rizqi) dia bersabar.”

    Banyak sedikitnya rizqi duniawi adalah ujian semata, bukan standar kecintaan Allah terhadap hamba. Rizqi harta sebagai ujian Allah atas hamba-Nya, untuk mengetahui siapakah di antara hambanya yang bersyukur dan bersabar.

    2. Rizqi yang bersifat Khusus. Yakni segala sesuatu yang membuat tegaknya agama seseorang. Rizqi jenis ini berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih serta semua rizqi halal yang membantu seseorang untuk taat kepada Allah. Inilah rizqi yang Allah berikan khusus kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Inilah rizqi yang hakiki, yang menghantarkan seseorang akan mendapat kebahagiaan dunia akhirat.

    Rizqi jenis ini Allah khususkan bagi orang-orang mukmin. Allah menyempurnakan keutamaan bagi mereka, dan Allah anugerahkan bagai mereka surga di hari akhir kelak.  Allah Ta’ala berfirman,

    وَمَن يُؤْمِن بِا للَّهِ وَيَعْمَلْ صَا لِحاً يُدْخِلْهُ جَنَّا تٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَا رُ خَا لِدِ ينَ فِيهَا أَبَداً قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقاً

    Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya“ (QS. Ath Thalaq:11).

    Dan juga firman-Nya :

    هَذَا ذِ كْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآَ بٍ (49) جَنَّا تِ عَدْ نٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَا بُ (50) مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52) هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ (53) إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ (54

    Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) syurga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya. “ (QS. Shaad: 49-54).

    Hanya Allah Pemberi Rezeki

    Di antara nama-nama Allah adalah “Ar Rozzaq” dan “ Ar Rooziq”. Nama “Ar Rozzaq” terdapat dalam firman Allah,

    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّا قُ ذُ و الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariyat:58)

    Sedangkan nama “ Ar Rooziq”terdapat dalam firman-Nya,

    وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْواً انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِماً قُلْ مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

    Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rizqi” (QS. Al Jumu’ah:11)

    Dan juga firman-Nya,

    وَالَّذِ ينَ هَ اجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَا تُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقاً حَسَناً وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

    Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rizqi yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rizqi” (QS. Al Hajj: 58)

    Dari nama Allah Ar Rozzaq dan Ar Rooziq terkandung didalamnya sifat rezeki {الرزقُ} (ar ruzqu). Dalam sifat ar ruzqu bagi Allah, terkandung di dalamnya dua makna, yaitu banyaknya rizqi yang Allah berikan pada setiap makhluk, dan banyak/luasnya jumlah makhluk yang mendapat rizqi dari-Nya.

Rizqi yang banyak.

Maksudnya rizqi yang Allah berikan kepada setiap makhluknya sangat banyak. Masing-masing makhluk Allah mendapat jatah rizqi yang banyak.  Kita sebagai manusia mendapat rizqi berupa nikmat yang sangat banyak. Nikmat sehat, anggota tubuh yang sempurna,  tempat tinggal, keluarga, harta, dan masih banyak nikmat-nikmat yang lainnya. Itu semua merupakan rizqi dari Allah  yang sangat banyak dan tak terhingga. Allah Ta’ala berfirman :

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim:34)

Rizqi yang luas.

Rizqi yang Allah berikan meliputi seluruh makhluk-Nya sesuai dengan kondisinya masing-masing. Masing-masing setiap makhluk mendapat rizqi yang banyak dari Allah. Manusia, jin, seluruh binatang dan tumbuhan, serta semua yang ada di langit dan di bumi mendapat rizqi dari Allah. Seluruh makhluk tersebut dipenuhi rizqinya oleh Allah semata. Ini menunjukkan luasnya rizqi yang Allah berikan pada makhluk-Nya. Allah berfirman :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberinya rezeki (QS. Huud:6)

Bid. SDM.

About Abu Muhtaramun 54 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*