HARTA dan RIZQI… (bagian kedua)

Di dalam Lisan al ‘Arab, dijelaskan, Ar Rizqu, adalah sebuah kata yang sudah dimengerti maknanya dan artinya, terdiri dari dua macam. Pertama, yang bersifat zhahirah (nampak terlihat), semisal bahan makanan pokok. Kedua, yang bersifat bathinah bagi hati dan jiwa, berbentuk pengetahuan dan ilmu-ilmu.

Hakikat rizqi tidak hanya berwujud harta atau materi belaka seperti asumsi kebanyakan orang. Tetapi, yang dimaksud rizqi adalah yang bersifat lebih umum dari itu. Semua kebaikan dan maslahat yang dinikmati seorang hamba terhitung sebagai rizqi. Hilangnya kepenatan pikiran, selamat dari kecelakaan lalu-lintas, atau bebas dari terjangkit penyakit berat, semua ini merupakan contoh yang aktual dari rizqi. Bayangkan, apabila kejadian-kejadian itu menimpa diri kita, maka bisa dipastikan dapat bisa menguras pundi-pundi uang yang kita miliki. Tidak jarang, tabungan menjadi ludes untuk mendapatkan kesembuhan.

Tingkatan Rizqi versi Alqur’an.

  1. Rizqi untuk seluruh makhluk di di dunia. Allah swt telah membagi rizqi untuk seluruh makhluk di dunia tanpa kecuali. Dalilnya وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ . Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (QS. Adz Dzariyat, 22). Pada  ayat  lain وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizqinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)”. (QS. Huud, 6)
  2. Rizqi semua manusia . Menurut pendapat yang Masyhur bahwa tiap manusia hendaknya ia mencari rizqi yang telah dibentangkan oleh Allah swt kepada manusia sesuai dengan kapasitasnya  sebagaimana tertulis di dalam Alqur’an . يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ . “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syaithan, karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS. Albaqarah, 168).  Manusia diperintahkan untuk memakan makanan yang halal dan baik. Makanan itu termasuk rizqi dari Allah, penilaian halal dan baik itu dari makanannya atau dari cara memperoleh makanan itu.
  3. Rizqi orang yang beriman. Allah swt telah juga memerintahkan orang orang yang beriman agar dalam mencari rizqi hendaknya yang baik baik saja.  Perintah Allah swt kepada orang orang yang beriman dalam mencari rizqi tertulis juga di Alqur’an. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَا كُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ . “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizqi yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”. (QS. Albaqarah, 172). Karena pada dasarnya tidak semua rizqi yang halal itu baik bila ditinjau dari sudut ilmu kesehatan. Sebagai contoh memakan organ dalam hewan seperti usus secara berlebihan dapat menyebabkan kolestrol dan dapat menyebabkan kegemukan yang berakibat munculnya penyakit yang membahayakan.
  4. Rizqi orang yang bertaqwa. Orang bertaqwa senantiasa takut kepada Allah SWT. Dia segera ingat kepada Allah ketika dibayangi pikiran jahat akibat bisikan setan. Sesaat digoda, seketika itu dia melihat kesalahan-kesalahannya. Padahal, orang-orang kafir dan fasik selalu membantu setan dalam menyesatkan mereka tanpa henti. Ajaibnya, manusia ini tetap teguh. Dia akan mengikuti kebenaran yang datang dari Tuhan, sementara orang yang ingkar mengikuti kebatilan. Berkat ke gigihannya ini, dia pun mendapatkan hikmah dan pengetahuan. Tidak hanya kebijaksanaan, orang bertakwa pun mendapat rezeki di dunia dan di akhirat. Rizqi yang dikeluarkan dari tempat yang tidak disangka-sangka. وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ . “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath Thalaq, 2-3).
  5. Rizqi orang yang bertawakal. Tawakal adalah sesuatu yang proses awalnya dimulai dengan sebuah ikhtiar. Tak sebatas ikhtiar biasa, namun sebenar-benarnya ikhtiar.Jika tawakal telah melalui proses yang benar, maka tawakal akan memiliki keutamaan sebagai sebab diturunkannya rezeki. Kita lihat tawakal erat kaitannya dengan kayakinan yang utuh dan sangat kuat hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang bisa menggaransi burung yang terbang pagi hari jika ia pasti akan mendapatkan rezeki kecuali hanya Allah saja. Maka ia keluar dari sarangnya tanpa perasaan khawatir kelaparan dan pulang dalam keadaan kenyang. وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا .  “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Thalaq, 3).

Berkaitan dengan point tiga dan empat, Allah swt telah berfirman

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ  آمَنُوا وَاتَّقَوْا  لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raf, 96).

Untuk naik kepada tingkatan taqwa, seseorang tidak akan dibiarkan begitu saja naik ke tingkatan taqwa tersebut. Melainkan ia akan diuji dengan ujian yang sangat berat, sebagaimana firman Allah swt…

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(QS. Albaqarah, 155).

bersambung…

Bid. SDM.

About Abu Muhtaramun 55 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*