ETIKA dan KEPATUHAN versi Islam

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seorang secara sadar untuk mematuhi aturan,  mengikuti ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau satu organisasi.

Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan oleh setiap  anggota. Nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap saling menghargai, hormat, jujur, adil, dan tanggung jawab. Seperangkat nilai-nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etika, moral dan Akhlaq.

Dalam kehidupan organisasi sering terjadi berbagai permasalahan yang pemecahannya mengandung implikasi moral dan etika. Ada cara pemecahan yang secara moral dan etika diterima tetapi ada juga yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Cara-cara yang secara moral dan etika dapat diterima merupakan cara yang benar dan sebaliknya cara-cara yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan disebut cara-cara yang salah.

Pada prakteknya kehidupan organisasi tidak memiliki tolok ukur yang mutlak tentang yang benar dan yang salah. Ini tidak terlepas dari berbagai faktor seperti pendidikan, pengetahuan, agama, budaya dan sosial. Pemahaman tentang  benar dan  salah itulah yang mendasari perlunya etika dalam organisasi, yaitu untuk membantu memberikan makna yang tepat tentang kehidupan organisasi.

Beberapa alasan mengapa norma moral dan etika itu diperlukan dalam organisasi antara lain :

  1. Etika Kepemimpinan, Keteladanan dan contoh perbuatan lebih kuat pengaruhnya daripada hanya sekedar memberi perintah. لسا ن الحا ل ا فصح من لسا ن المقا ل . ‘Kata-kata dengan perbuatan lebih shahih daripada kata kata dengan sekedar Ucapan’. Dalam kalimat yang lain dikatakan juga اِ بد اء با لنفسك . ‘Mulaiah dari diri sendiri’.
  2. Membawa integritas organisasi di garis depan. Membahas etika secara terbuka dalam dialog dan diskusi seputar etika untuk menciptakan budaya integritas. Komunikasi terbuka membantu menetapkan standar yang  ingin diikuti serta membantu membangun budaya kepercayaan. Seorang pemimpin harus dapat memberikan kontribusi kepercayaan dan integritas di lingkungan yang dipimpinnya.
  3. Ikuti arah etika di setiap keputusan. Perjelas apa yang menjadi konstitusi perilaku etis. Terapkan nilai-nilai inti ketika membuat keputusan untuk membantu seorang pemimpin ke arah yang etis. “Memiliki etika personal tidaklah cukup, Pemimpin harus memiliki kekuatan untuk berdiri tegak terhadap apa yang  diketahui itu benar atau salah“ tanpa intervensi dari orang orang yang dipimpinnya, apalagi bila intervensi itu datang dari luar kepemimpinannya.
Karena etika dan kepatuhan berkaitan dengan perilaku manusia, hal ini menyangkut aplikasi seperangkat nilai luhur dalam bertindak bagi kehidupan seorang dan organisasi, dan menyangkut berbagai prinsip yang menjadi landasan bagi perwujudan nilai-nilai tersebut dalam berbagai hubungan yang terjadi antar manusia dan lingkungan hidup.
Agar bisa mengikuti kehidupan sosial yang tertib, manusia memerlukan kesepakatan, pemahaman, prinsip dan ketentuan lain yang menyangkut pola perilaku. Etika memberikan prinsip yang kokoh dalam berperilaku sehingga kehidupan dalam organisasi semakin bermakna. Setiap bentuk kerja sama didasarkan pada kesepakatan yang dicapai bersama.
Karena dinamika manusia dengan segala konsekuensinya baik bersifat norma moral maupun etika kepatuhan perlu dianalisa dan dikaji ulang, hal ini dimaksudkan agar tetap relevan dalam memperkaya makna kehidupan seseorang, kelompok, organisasi dan masyarakat luas yang pada gilirannya memperlancar interaksi antar manusia.

 

Pentingnya etika dan kepatuhan dalam era “four point O” sekarang ini lebih jelas terlihat bila diingat bahwa etika menunjukkan kepada kualitas  nilai hakiki manusia  dalam kehidupan sosial dengan keyakinan agama, pandangan hidup dan sosial bermasyarakat.

 

Dapat dikatakan bahwa etika berkaitan langsung dengan sistem nilai manusia, mendorong tumbuhnya naluri moralitas, nilai-nilai hidup yang hakiki dan akhlak yang mulia, serta dapat memberi inspirasi kepada manusia untuk secara bersama-sama menemukan dan menerapkan nilai-nilai tersebut bagi kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.

 

Bid. SDM.

About Abu Muhtaramun 55 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*