Arsitektur dan Peradaban

Arsitektur pasti identik dengan gambar dan desain. Namun tahukah bahwa  sebenarnya pintar menggambar tidak menjamin bisa lebih handal dalam arsitektur dibanding orang orang yang biasa-biasa saja? Pintar menggambar di sini dalam artian piawai membuat gambar seperti anime, mural, melukis realistis dan sebagainya. Serius! Kurang masuk akal memang, namun begitulah adanya.

Dalam artian yang lebih luas, Arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur landskap hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.

Seorang arsitek tidak hanya dituntut untuk  pandai membuat gambar dan perencanaan, tapi lebih kepada bagaimana ia harus mengharmonisasikan antara konsep rancangan dan disain terhadap pola dan bentuk lahan, dimensi dan kekuatan bangunan (Struktur), penggunaan material dan bahan baku agar nampak Indah tapi kuat dan aman bagi semuanya… skedul pelaksanaan dan jumlah resource SDM yang dibutuhkan.

Sewaktu masih kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur dulu ada seorang kawan yang  sangat piawai membuat tokoh animasi di kertas, juga gambar sketsa dan gambar bebas lainnya. Namun saat pelajaran gambar teknik, dia tidak dapat mengikuti. Bahkan setengah tahun kemudian, mengundurkan diri dari jurusan arsitektur. Gambar teknik arsitektur dengan gambar bebas tentu berbeda. Sesuai namanya, gambar teknik mesti menggunakan teknik yang sesuai dengan kaidah arsitektur dan hal ini membuat siapapun mesti belajar dari nol kembali, termasuk orang yang piawai menggambar bebas sekalipun.

Tidak salah lagi, menuntut ilmu jurusan arsitektur merupakan jurusan ilmu yang paling sulit, baik di bangku kuliah apalagi yang masih di bangku SMU dan SMK. Menurut penelitian yang dilakukan National Survey of Student Engagement Indiana University, jurusan arsitektur merupakan jurusan paling berat di antara jurusan jurusan lain di Universitas.

Belajar arsitektur ini memerlukan ketelitian, kesabaran, keakuratan, daya analisa, daya tangkap, daya pikir, daya imajinasi dan disiplin diri  yang kuat dalam satu waktu yang sama. Wajar bila satu hasil karya Arsitektur mampu membawa perubahan yang signifikan dan membentuk satu peradaban baru.

Yang sering terjadi pada level mikro seperti pada karya arsitektur rumah tinggal sering terjadi penjiplakan karya atau plagiatisme yang dilakukan oleh Kontraktor, Pemborong, tukang dan aplikator karena karyanya ini indah, efisien, dapat dilaksanakan. Bahkan terkadang permintaan Karya Jiplakan atau Plagiat ini berdasarkan permintaan end user / konsumen berdasarkan kemampuan keuangan yang dimiliki. Hingga sang peniru atau penjiplak tidak lagi mengindahkan aspek aspek yang mendukung terciptanya sebuah karya arsitektur.

Ada banyak pelanggaran yang tidak disadari bahwa menjiplak, membajak karya orang sama dengan mencuri hak cipta milik orang lain dan itu dilarang secara etika dan hukum agama, alias haram. Seorang arsitek harus mengelus dada ketika karyanya dijiplak dan dibajak, walau para penjiplak dan pembajaknya melakukan modifikasi dengan menggunakan struktur dan material yang tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan arsitek sebelumnya.

 

Imam. FD.

About Abu Muhtaramun 55 Articles
Tidak ada yang perlu diceritakan tentang siapa 'ABU MUHTARAMUN'. Karena ia bukan siapa siapa dan tidak menentang siapa pun juga. Jadi ia tidak perlu ditentang apalagi ditantang. Karena setiap Pertentangan berakibat pada Perselisihan dan berakhir pada Penantangan...? Cukup berkenalan saja. Karena Kenal itu perlu dan menjadi Terkenal itu penting. Makin terkenal makin banyak Kepentingan yang sebenarnya nggak penting penting sekali, mungkin dua-tiga kali bahkan berkali kali. Maafkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*