Antara Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dan Al-Maghazi Al-Waqidi

Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam dan Al-Maghazi karya Al-Waqidi merupakan dua kitab sirah nabawiyah tertua yang masih ada hingga saat ini, yang kitabnya sampai kepada kita dengan utuh. Ibnu Hisyam menulis sirah secara lengkap dari masa sebelum Rasulullah hingga wafatnya beliau, sedangkan Al-Waqidi memilih menulis peperangan Rasulullah saja pasca hijrah, oleh karena itu kitabnya disebut Al-Maghazi, namun demikian kedunya dinilai berbeda dalam pandangan para ulama hadits.

Para ulama hadits menilai bahwa Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam lebih terpercaya dari Al-Maghazi karya Al-Waqidi, karena ulama hadits umumnya menilai riwayat Al-Waqidi berderajat matruq. Meskipun sekretaris sekaligus murid Al-Waqidi, yakni Ibnu Sa’ad Al-Baghdadi sering dianggap figur terpercaya, dan banyak meriwayatkan dari gurunya itu, namun riwayat Al-Waqidi tidak diterima oleh para ulama hadits khususnya jika meriwayatkannya seorang diri. Kendati demikian, dalam hal pengetahuan sejarahnya, para ulama mengakui kemampuan Al-Waqidi khususnya dalam hal peperangan Rasulullah, sehingga kitabnya bisa dipergunakan untuk memperkaya rekonstruksi sejarah Rasulullah.

Adapun Sirah Ibnu Hisyam merupakan “cetak biru” dari Maghazi wa Siyar Ibnu Ishaq (w.150 H) ulama tabi’ut tabi’in yang dianggap paling mumpuni soal sirah nabawiyah. Sebagai contoh, Imam Al-Bukhari turut menggunakan riwayat Ibnu Ishaq, sedangkan Imam Ibnu Katsir memuji Ibnu Ishaq sebagai imam (puncaknya) ahli sirah.

Namun Ibnu Hisyam, yang pada masa hidupnya dianggap pula pakar ilmu nahwu yang mumpuni, tidak meriwayatkan langsung dari Ibnu Ishaq. Ibnu Hisyam merupakan murid dari Ziyad Al Bakaa’i, Ziyad itu adalah salah satu murid Ibnu Ishaq. Lalu Ibnu Ishaq merupakan tab’iut tabi’in yang merupakan murid dari Ibnu Syihab az-Zuhri, rajanya ahli hadits dan sirah nabawiyah di masa tabi’in pertengahan, sedangkan Az-Zuhri adalah murid dari 3 orang tabi’in besar (kibarul tabiin) dari Urwah bin Zubair, Aban bin Utsman dan Said bin Musayyib, yang mana mereka bertiga adalah putra-putra sahabat Rasulullah.

Demikianlah, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam yang banyak mengambil dari Ibnu Ishaq merupakan kitab sirah nabawiyah paling terpercaya hingga saat ini. Sedangkan Al-Maghazi karya Al-Waqidi bisa digunakan untuk menggambarkan sejarah Nabi secara lebih lengkap dan detail. Ibnu Hisyam dan Al-Waqidi hidup satu zaman, mereka satu generasi dengan Imam Asy-Syafi’i, juga pemimpin-pemimpin seperti Khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Khalifah Al-Makmun.

Penulis : Ust Ilham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *