Achilles Heels

Penah dengar tentang Achilles ? Jika anda adalah penyuka sejarah dunia pasti pernah mendengar nama ini. Nama achilles sampai sekarang masih terkenal bahkan seringkali dipakai sebagai idiom untuk menunjukkan sisi kelemahan seseorang atau organisasi.

“ We have to know our achiless heels”. Atau,

“ Kita harus tahu dimana letak kelemahan competitor kita. Apa saja achiless heels mereka “

Kenapa Heels atau Tumit ?

Achilless adalah Kesatria Yunani. Saat kecil, ibunya yang adalah Dewi Yunani, ingin Achilless juga abadi atau Immortal seperti dirinya. Lalu dicelupkanlah Achilless ke sungai Styx yang akan membuat Achiless kebal dari senjata apapun. Tetapi ibunya tetap memegang bagian tumit Achilless saat di celupkan ke sungai itu. Jadilah bagian tumit ini menjadi bagian satu -satunya bagian tubuh Achilless yang tidak kebal. Persis seperti Duryudana dalam cerita Mahabarata yang kebal seluruh tubuhnya kecuali bagian paha dan kemaluannya yang tertutup kain karena malu kepergok Khrisna saat ibunya Dewi Gandari akan memberikan anugrah Dewa Siwa melalui sinar matanya untuk membuat kebal siapa saja orang yang di lihatnya pertama kali saat penutup matanya dibuka.

Short story end, Achilless memang menjadi pahlawan Yunani dalam mengalahkan Troy . Tidak ada satupun pedang, kapak, atau busur panah yang bisa melukai Achilless. Sampai salah satu prajurit Troy secara tidak sengaja melepaskan anak panah dan mengarah pada tumit Achilless. Tewaslah ia seketika.

Kata achilless heels juga dipakai dalam dunia kedokteran untuk menyebut organ terlemah dalam tubuh pasien dalam menyembuhkan penyakitnya.

Lalu kenapa kita perlu tahu achilless heels atau kelemahan kita  ? Apa yang dapat kita pelajari ?

Ahh, terlalu naif jika penulis membahas tentang achilless heels kita atau umat muslim pada umum nya.

Tetapi sebagai acuan, Allah SWT telah memerintahkan kita untuk waspada dan mengetahui dimana kelemahan kita sebagai umat Islam dan diwajibkan untuk memperbaikinya ; Al-Ma’idah: 49, QS. Al-Munafiqun: 4 dan QS. An-Nisa’: 71.

Jika kita tidak  mengetahui letak achiless heels kita, ingatlah betapa kehancuran, peringatan dan cobaan Allah justru datang saat kita lalai, saat kita terpesona dan lengah dengan tarikan dunia, dan saat kita tidak menghiraukan ajaran-ajaranNya.

Sebenarnya sudah cukup banyak peringatan Allah untuk kita waspadai agar cobaan Allah tidak terjadi kembali. Namun, memang hanya orang-orang yang selalu waspada seperti yang digambarkan dalam ayat di atas yang mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi. Saatnya kita lebih mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam segala bentuknya agar terhindar dari fitnah.

 

Wallahualam bishawab

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *